Daftar Film Indonesia yang Menyita Perhatian Dunia

gambar tersebut menyebutkan daftar film indonesia yang menyita perhatian anda gambar tersebut menyebutkan daftar film indonesia yang menyita perhatian anda

Daftar Film Indonesia yang Menyita Perhatian Dunia

Indonesia adalah negara dengan budaya dan keragaman sinematografi yang luar biasa akan tetapi film Indonesia kurang mendapat perhatian dari dunia internasional sehingga tidak jarang yang menyangka film Indonesia kurang diminati di dunia Internasional

Film Indonesia Sukses Mencuri Perhatian Dunia

Ternyata beberapa film Indonesia telah berhasil menembus batas dan mencuri perhatian dunia lewat festival film internasional. Dalam artikel ini kita akan sama-sama melihat ulasan singkat beberapa film Indonesia yang telah membuat debut di festival film luar negeri dan mendapatkan pengakuan yang luar biasa.

The Act of Killing (2012)

"The Act of Killing" adalah sebuah film dokumenter yang diproduseri oleh Joshua Oppenheimer dan ditulis oleh Oppenheimer, Christine Cynn, dan Anonymous. Film ini mengikuti para pelaku pembantaian 1965-1966 di Indonesia yang diajak untuk membuat rekaan kejadian saat itu.

Film ini ternyata mampu memenangkan Penghargaan Especial dari Dewan Juri Festival Film Cannes 2013 dan juga meraih berbagai penghargaan dari festival film lainnya, termasuk BAFTA, European Film Award.

Laskar Pelangi (2008)

"Laskar Pelangi" merupakan salah satu film Indonesia yang populer di tahun 2000-2010 dan disutradarai oleh Riri Riza dan ditulis oleh Andrea Hirata. Film ini didasarkan pada novel dengan nama yang sama karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang kehidupan siswa-siswi di sebuah sekolah dasar di pulau Belitung, Indonesia.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan sekelompok anak-anak yang ingin belajar meskipun kondisi ekonomi mereka yang kurang mampu. Kehadiran film ini mendapatkan respon positif dan diterima dengan baik oleh kritikus dan juga menjadi film Indonesia terlaris pada tahun 2008 yang kemudian berhasil memenangkan penghargaan film terbaik di Festival Film Tokyo 2008.

A Copy of My Mind (2015)

"A Copy of My Mind" disutradarai oleh Joko Anwar yang juga sebagai penulis skrip bersama Tumpal Tampubolon. Film ini menceritakan tentang kisah cinta antara seorang wanita yang bekerja sebagai penyadap subtitle film dan seorang pria yang bekerja sebagai perawat rambut.

Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti cinta, kekerasan politik, dan korupsi sehingga diterima dengan baik oleh kritikus dan ditayangkan di beberapa festival film internasional, termasuk di Festival Film Toronto 2015 dan Festival Film Rotterdam 2016.

The Raid (2011)

"The Raid" adalah sebuah film aksi Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans mengisahkan tentang sekelompok polisi yang ditugaskan untuk menyergap sebuah gedung apartemen yang didiami oleh kriminal berbahaya.

Film ini dikenal karena adegan aksi yang intens dan juga menampilkan gaya pencak silat Indonesia yang khas. Film ini menjadi sukses besar di box office dan juga menerima pujian dari kritikus. Film ini juga menjadi trilogi yang menampilkan "The Raid 2" (2014) dan "The Raid Redemption" (2018).

Negeri Van Oranje (2015)

"Negeri Van Oranje" adalah sebuah film Indonesia yang disutradarai oleh Jeroen Mourmans dan ditulis oleh Jeroen Mourmans dan Fajar Bustomi ini menceritakan tentang seorang wanita Indonesia yang menjadi buruh migran di Belanda dan kembali ke Indonesia setelah mengalami kesulitan.

Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti perjuangan buruh migran, perbedaan budaya, dan kesulitan ekonomi hingga menyedot perhatian internasional dan ditayangkan di beberapa festival film internasional, termasuk di Festival Film Rotterdam 2016.

The Seen and Unseen (2017)

"The Seen and Unseen" adalah sebuah karya dari Kamila Andini dan Rama Adi yang bercerita tentang seorang anak perempuan yang harus mengatasi kehilangan saudara kembarnya dan merasakan adanya hubungan antara dunia nyata dan dunia khayalan.

Film ini cukup memperoleh perhatian Festival Film Venice 2017 dan Festival Film Toronto 2017, serta ternyata film ini juga meraih penghargaan di beberapa festival film asia seperti Piala Juri Internasional di Festival Film Busan 2017.

The Science of Fictions (2002)

Masyarakat Indonesia cukup mengenal sosok Garin Nugroho, seorang sineas Indonesia yang telah menelurkan beberapa karya yang cukup fantastis. Salah satunya adalah The Science of Fictions yang mengambil latar belakang di kota Solo, Jawa Tengah dan menceritakan tentang sebuah komunitas yang mencoba untuk menemukan identitas mereka melalui sejarah dan mitos.

Film The Science of Fictions memang tidak tidak terlalu populer dan menarik perhatian warga Indonesia, namun siapa sangka jika ternyata Festival Film Venice 2002 dan Festival Film Busan memberikan apresiasinya kepada karya ini.

Penutup

Hasil karya putra putri Indonesia meskipun beberapa diantaranya masih membutuhkan support dan dukungan dari para seniornya di Hollywood, namun melalui daftar film Indonesia diatas kita dapat mengetahui bahwa sinema Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang di skena internasional.

Film seperti "The Act of Killing", "Laskar Pelangi", "A Copy of My Mind", "The Raid", "Negeri Van Oranje", "The Seen and Unseen" dan "The Science of Fictions" mengeksplorasi tema-tema yang beragam dan menunjukkan kreativitas sutradara dan penulis film Indonesia